Tulisan 25 Juni - 1 Juli 2024

 

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.

+YMY+

Periode: 25 Juni – 1 Juli 2024

25 Juni 2024 17:01

Ada suatu keteraturan dalam kenyataan ini, ada kebenaran. Barangsiapa berkata bahwa tidak ada kebenaran dan tidak ada keteraturan, ialah buta ataupun tuli. Sebab dalam kekosongan pun hadirlah Keteraturan dan Kebenaran, yang sekalipun terlihat menyatu atau hilang dalam kekosongan, sebenarnya hadirlah suatu Keteraturan dan Kebenaran yang melampaui segala kekosongan di alam bawah ini. Dia, yang aku sebut Logos, memang tidak dapat dilihat dengan indra atau daya manusia yang biasa. Melainkan, manusia harus diterangi oleh Sang Logos untuk dapat melihat-Nya, dan itu pun tidak sepenuhnya, hanya sebagian saja.

Salah satu hukum paling utama dalam kenyataan, yang adalah suatu pengejawantahan dari Logos ialah Hukum Identitas. Ini berbeda dengan hukum identitas yang biasa, bahwa segala benda ialah sama dengan dirinya sendiri. Hukum Identitas yang aku maksud berbunyi seperti berikut, “Kenyataan dan seluruh isinya memiliki satu identitas.” Artinya, tidak kurang dan tidak lebih. Ada suatu identitas, ada suatu kesejatian yang dimiliki oleh kenyataan dan segala hal yang mendudukinya.

25 Juni 2024 17:20

Aku takut. Aku ragu. Pikiranku kembali liar sampai aku tidak tahu apa yang sedang bergejolak dalam pikiran. Namun, aku dilumpuhkan. Rasanya sakit. Sesungguhnya aku masih hidup dalam kegelapan dan ketidaktahuan. Yaitu aku tidak tahu ke mana aku harusnya pergi. Ke mana aku harusnya melayani Tuhan. Aku tidak tahu apa kelebihanku dan apa ketertarikanku. Rasanya dalam pemahaman aku tidak pernah maju, aku hanya berputar-putar di tempat yang sama. Adapula dalam kebajikan pun aku tidak mengetahui apakah aku maju atau mundur atau berada di satu tempat yang sama. Namun lebih-lebih rasanya aku tidak maju, atau bahkan mundur.

Aku telah menjadi lemah, terkena kesulitan kecil saja rasanya sudah mau mundur dan menghilang. Aku merasa kehilangan damai. Dan aku merasa gelap, tidak tahu apa-apa. Aku hanya dapat bergantung pada Allah, yang aku pun tidak ketahui dan tidak kenali.

26 Juni 2024 19:04

Kekosongan tetap berkuasa. Aku hanya mengenal 2 hal mendasar yang dapat aku lakukan, membaca menulis dan berdoa. Namun, dalam melaksanakan 2 hal itu rasanya tetap kosong. Pada awal pagi hari ini aku meratap karena menyadari beban yang ditanggungkan kepadaku oleh Allah, hanya dengan diciptakan dan diberikan hidup. Aku pecah dan hanya dapat memeluk guling. Allah menjanjikan bahwa seperti biasa Dia akan menggendong aku dalam perjalanan. Namun, aku takut, aku takut bahwa Allah bukanlah yang aku pikirkan. Aku tidak mengenal Engkau ya Allah, aku hanya bersandar pada kegelapan-Mu.

26 Juni 2024 19:58

Dalam sejarah hidupku, aku kosong. Aku hanya mengandalkan Allah, dan dalam pencarian itu pun aku sepertinya terlalu mengandalkan diriku sendiri. Maka, jika aku sudah pertama diisi dengan kekosongan Ilahi, aku sekarang semakin kosong karena kesombonganku sendiri. Pada akhirnya aku mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, bahwa aku tidak tahu Dia dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku berserah kepada-Nya. Namun, aku pun tidak mengenal Dia.

Ada beberapa kali di mana rasanya aku berjumpa dengan Allah. Namun, kalau aku melihat ke belakang, ternyata kebanyakan hanya tipu daya setan. Allah lebih banyak diam dan bersembunyi dalam segala gemerlap rohani itu. Aku hendak membawa suatu contoh konkrit. Pada awal tahun 2024 ini, aku melakukan percobaan bunuh diri. Lalu sekitar 3 bulan setelah itu aku mengalami berbagai pengalaman rohani tapi ternyata kebanyakan hanya gemerlap rohani yang tidak bermakna saja. Dalam kata lain, rekayasa dari si musuh. Apa yang aku kira adalah rahmat ternyata adalah umpan untuk membawa aku kepada kehancuran.

Hal ini jelas karena aku sampai kehilangan 2 sahabat yang aku hargai, karena kegilaanku menghanguskan mereka. Sampai sekarang aku pun kosong. Aku tidak lagi berkomunikasi intim dengan Allah, karena sesungguhnya hal itu tidak pernah terjadi. Semua pengalaman itu dikorupsi oleh si jahat. Sepertinya luka batin itu sebenarnya melemahkan aku dan sejak itu aku tidak memiliki semangat hidup. Seolah-olah, aku hanya menantikan hari akhir. Di segala tempat aku melihat kekosongan, dan bahkan dalam Allah pun aku melihat kekosongan.

Hidupku hanyut dalam aliran kenyataan. Namun, aku tak dapat melihat Tuhan. Aku kehilangan Dia. Maka aku kehilangan makna. Dan aku kehilangan segalanya. Sehingga aku tidak lagi menjadi manusia, tapi hanya menjadi kekosongan dan kehampaan.

27 Juni 2024 20:22

Hari ini aku masih terbelenggu tidur, dan perasaanku sempat memburuk walau akhirnya membaik pula. Aku pada awalnya sudah mau tidur, tapi aku merasakan keinginan untuk menulis, walau aku tidak tahu apa yang hendak aku tulis. Pada saat aku naik motor, aku menangkap diriku memandang ke arah sinar matahari yang tertutup awan, sehingga awan tersebut terlihat menyala-nyala. Aku pikir aku sedikit masuk ke dalam suasana kontemplatif, karena aku menangkap diriku merasakan kagum akan Allah, walau hanya sedikit.

28 Juni 2024 06:08

Aku menerima suatu mimpi. Dalam mimpi itu hadirlah beberapa sosok. Semuanya aku kenal. Hadir sesosok imam yang menjadi guru bagi kami, dan dia meminta kami menulis tentang Allah. Aku sangat bersukacita dan bersemangat tentang hal tersebut. Ada sesosok lain yang berusaha mengatakan kepadaku supaya aku menulis tentang hal yang biasa saja, tapi aku menyanggah dia dan mengatakan bahwa perintah imam sangat jelas, “Keindahan Mutlak”. Dalam tanganku hanya ada 2 buku sebagai referensi, yaitu Kitab Suci dan KGK. Lalu aku terbangun. Hal yang menarik adalah inspirasi itu tetap segar. Maka aku memahami bahwa melalui mimpi itu Allah telah memberikan mandat untuk menulis tentang Dia.

Hal ini menjadi kesegaran, karena selama ini aku kosong dan aku dalam ketidaktahuan. Namun, pada waktu-Nya yang tepat, Dia memberikan kepadaku makna hidup untuk kutekuni. Atas hal ini aku sangat bersyukur. Apakah ini ada hubungannya dengan penampakan batin yang aku terima di malam sebelumnya, saat aku hendak tidur? Barangkali. Apapun itu, aku menerima kekuatan baru untuk melanjutkan hidup. Sebab Allah berfirman, “Buatlah suatu hal yang akan membuatmu bangga.”

I received a dream. In that dream there were several figures which I know. A priest has commanded us to make a written work about God from the unique perspective of each of us. The priest uttered the phrase, “Absolute Beauty”. In my hands were two books, the Bible and the Catechism of the Catholic Church. I was excited at this work, and I brought up this small laptop to start working. Then I woke up. Yet the inspiration of said work was still there. And so I found meaning once more. The priest in the dream said, as if in God’s authority, “Make something that shall make you proud.”

30 Juni 2024 06:55

I had a dream. It was, terrifying, in a certain way at least. I cannot remember exactly the dream. Yet there, God came to me, and brought me into union with Him. There, I “saw His back”. I had a glimpse of His true nature. I was terrified, and I woke up to escape. But then, there He is, in me, and the glimpse of understanding remained. It is very difficult to describe. All I can say is, perhaps, the message that God gave to me all those time ago is indeed of Him. I shall try to write it down.

“There is a reason that people say God is within. Yet He is also without. To glimpse into Him is to glimpse into everything and eventually to the self, one’s own self. There is a mysterious relationship and union between God and the self. The reason Christianity is true, is (I cannot say it here)”

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan 11-17 Juni 2024

Tulisan 18-24 Juni 2024